Penyaluran KUR masih rendah

Ditulis 16 Apr 2010 - 06:13 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
55
Dalam Tag

Data Kementrian Koperasi dan UKM menunjukkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih seret alias rendah dan sangat jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Sampai Maret 2010, penyaluran KUR sekitar Rp. 2 trilyun atau baru 10 persen dari target pemerintah di tahun 2010 ini sebesar Rp. 20 trilyun. Apabila proporsional penyaluran dibagi dalam kwartalan, seharusnya minimal sudah tersalur di kwartal 1 ini sebesar Rp. 5 trilyun.

Karena itu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong bank pelat merah untuk memenuhi komitmen mereka selaku badan yang ditunjuk menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR). Rendahnya realisasi penyaluran KUR di kuartal I 2010 menyiratkan perlunya menggerakkan bank secara serius untuk aktif menyalurkan KUR.

“Tanpa adanya dorongan serius dan terus menerus, realisasi penyaluran KUR dikhawatirkan akan kembali meleset dari target seperti di 2009,” ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar baru-baru ini di Jakarta.

Pada awal bulan ini  Kementerian BUMN telah mengundang Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Mandiri, serta bank swasta Bukopin untuk mengevaluasi target penyaluran KUR masing-masing beserta kesiapan mereka dalam menyalurkan.

Pada kesempatan itu, enam bank tersebut menyatakan kesanggupannya menyalurkan KUR mencapai Rp.15,55 triliun atau sebesar 77,5% dari plafon KUR 2010 yang sebesar Rp. 20 triliun. Rinciannya, BRI sebesar Rp. 8 triliun, Mandiri Rp. 3 triliun, BNI Rp. 3 triliun, BTN Rp. 500 miliar, Syariah Mandiri Rp. 300 miliar, dan Bukopin Rp. 750 miliar.

Adapun sisanya senilai Rp. 4,45 triliun dapat dilaksanakan 16 Bank Pembangunan Daerah yang diorganisir di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian. “Semoga ini tidak terlalu ambisius. Namun, kami dorong mereka dapat bekerja keras agar target tetap tercapai,” ujarnya. (BNC/ist/ant)

Tentang Penulis

Leave A Response