Panwaskab Cium Indikasi Praktik Politik Uang

PURBALINGGA–Menjelang hari H coblosan Pemilu Kada Kabupaten Purbalingga, Minggu (18/4),  Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Purbalingga  mencium adanya indikasi praktik politik uang.
“Kami telah mencium adanya indikasi praktik politik uang yang akan dilakukan oleh salah satu pasangan calon,” ujar Ketua Panwaslu Kabupaten Purbalingga, Basuki SH,  Rabu (14/4).

Meskipun  belum terbukti kebenarannya, Basuki akan berusaha keras  menyikapi indikasi praktik politik uang tersebut secara ketat mulai Rabu (14/4) hingga hari-H pemungutan suara pada Minggu (18/4). Yakni dengan membekali Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) untuk mengawasi hingga ke tingkat RT dan RW.
Menurut dia, praktik politik uang tidak mengenal waktu karena bisa dilakukan pada pagi, siang, maupun malam hari.
“Dengan demikian, kami telah siapkan seluruh personel Panwaslu Kabupaten Purbalingga, termasuk jajaran Pengawas Pemilu Lapanga (PPL)  untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya praktik politik uang,” katanya.
Menurut dia, pencalonan sebagai bupati dan wakil bupati dapat dicabut jika terbukti melakukan praktik politik uang. “Nanti DPRD yang akan membatalkan pencalonan tersebut,” katanya.
Disinggung mengenai pelanggaran selama massa kampanye yang berakhir hari ini (Rabu, red.), dia mengatakan pelanggaran dilakukan oleh semua pasangan calon.
Dalam hal ini, kata dia, pelanggaran tersebut meliputi keterlibatan anak kecil dalam kampanye, orasi yang mengandung provokasi (black campaign), dan kampanye di luar jadwal.
Menurut dia, pasangan Bambang Budi Surjono-Muhamad Wijaya dan Heru Sudjatmoko-Sukento Ridho Marhaendianto paling banyak melakukan pelanggaran selama masa kampanye.
Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Purbalingga pada 18 April 2010 diikuti tiga pasangan calon, yakni Bambang Budi Surjono-Muhamad Wijaya diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Matahari Bangsa (PMB), bernomor urut satu.
Pasangan bernomor urut dua, Heru Sudjatmoko-Sukento Ridho Marhaendianto diusung koalisi PDIP, PAN, PKS, dan PKB, serta pasangan Singgih Hidayat-Setyaningrum diusung PPP, PDP, Gerinda, Hanura, dan sejumlah partai nonparlemen bernomor urut tiga. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.