HET pupuk naik, Pemkab akan awasi pengecer lebih ketat

Ditulis 14 Apr 2010 - 06:45 oleh Banyumas1

BANYUMAS – Dengan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, akan mengawasi pengecer dan distributor dengan lebih ketat dan apabila ditemukan mereka menjual dengan harga di atas HET maka akan dijatuhi sanksi tegas berupa pencabutan ijin.

Dalam setahun terakhir ini sudah ada tiga pengecer yang dicabut ijinnya.

Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Banyumas, Achmad Husein yang juga Wakil Bupati Banyumas mengatakan dalam pekan ini KP3 melakukan inspeksi mendadak guna memantau kenaikan harga pupuk.

Sebagaimana diberitakan HET pupuk mengalami kenaikan. Harga pupuk urea mencapai 33 persen dari Rp1.200 per kg menjadi Rp1.600, atau satu sak isi 50 kg naik dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu.

“Jika ada pengecer yang menjual di atas HET Rp 80 ribu, akan langsung dicoret, seperti peristiwa tiga pengecer sebelumnya yang tidak boleh melanjutkan usahanya akibat menaikkan harga di atas HET,” kata Achmad Husein.

Menurutnya, distributor yang membawahi pengecer nakal juga akan dikenai sanksi. Sanksi pertama masih berupa teguran, kemudian apabila masih bandel distributor bakal dikenai sanksi denda sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Dan apabila terulang kembali untuk yang ketiga, maka KP3 akan mengusulkan kepada produsen pupuk untuk mencabut izin distributor yang nakal tersebut. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response