Dunia sudah tangani masalah rokok, tinggal Indonesia

Ditulis 14 Apr 2010 - 06:30 oleh Banyumas1

SEMARANG – Negara-negara di hampir seluruh dunia sudah bisa menangani masalah rokok, tinggal di Indonesia yang masih sangat bebas. Demikian dikatakan pakar kesehatan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rofiq Anwar. Ia juga menilai permasalahan rokok di Indonesia sudah mengkhawatirkan karena pengeluaran akibat rokok mencapai Rp20 triliun, sementara pendapatannya Rp10 triliun.

“Seluruh dunia sudah bisa menangani masalah rokok, tinggal Indonesia. Di sini rokok sangat bebas,” kata Rofiq Anwar usai menjadi panelis dalam acara “Debat Calon Wali Kota Semarang” di RRI Semarang, Selasa (13/04).

Menurut dia, tidak akan merugi daerah yang membatasi rokok. Pasalnya, perkebunan tembakau adalah lahan subur. “Jadi, jika diganti tanaman lainnya juga akan bagus hasilnya. Tidak akan mematikan perekonomian, malah sebaliknya meningkatkan perekonomian,” katanya.

Bermula dari rokok, lanjut Rofiq, kemudian akan mengarah pada penyalahgunaan narkoba di lingkungan anak muda, termasuk kasus HIV yang tidak banyak terungkap.

Menangani hal tersebut, Rofiq menganjurkan perlunya aturan jelas dan implementasi yang benar di lapangan.

“Tentu harus dimulai dari diri sendiri. Nanti merokok tidak boleh di sembarang tempat,” katanya.

Rofiq menambahkan, permasalahan kesehatan lain yang perlu mendapat perhatian dari Wali Kota Semarang mendatang adalah masalah pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, jaminan kesehatan masyarakat diperlukan. “Kondisi yang ada saat ini perlu ditingkatkan lagi,” kata Rofiq. (BNC/ist/ant)

Tentang Penulis

Leave A Response