Kaligrafi Daun Nangka Kering Tembus Australia dan Thailand

Tahukah Anda jika sebuah karya kaligrafi atau seni menulis huruf Al Qur’an ternyata bisa dibuat pada selembar daun nangka.

Nah, di Banyumas,  Jawa Tengah, ada seorang pemuda yang pandai membuat kaligrafi di atas selembar daun nangka. Hasilnya, sungguh mengagumkan. Karya ini juga sudah terjual hingga menembus Australia dan Thailand.

Anda tentu tidak mengira jika karya tulisan kaligrafi-kaligrafi ini terbuat dari selembar daun nangka. Sekilas, bahan tulisan kaligrafi ini mirip terbuat dari tembaga atau kuningan. Namun, setelah diamati, barulah terlihat serat-serat daun nangka ini secara jelas.

Ya, ditangan Sumarno, warga desa Kedungwuluh Kidul, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, ini selambar daun nangka bisa dijadikan karya seni bernilai sangat tinggi.

Daun nangka yang dipilih Sumarno memang bukan daun nangka biasa. Namun merupakan daun nangka yang mempunyai bentuk lebar dan tidak dalam kondisi rusak. Daun nangka yang telah kering ini selanjutnya dipilih lagi oleh Sumarno. Tekstur serat daun nangka yang bagus adalah yang tidak kaku maupun tidak terlalu lemas.

Sebelum diukir kaligrafi, Sumarno terlebih dahulu membuat pola tulisan huruf Arab di atas selembar daun nangka ini. Dengan menggunakan pensil, skesta kaligrafi ini dibuat dengan sangat hati-hati agar tidak merusak daun nangka.

Selanjutnya dengan menggunakan pisau tajam kecil, dengan teliti Sumarno membuat ukiran sesuai dengan pola yang sudah ia gambar. Agar kaligrafi daun ini terlihat lebih bagus, Sumarno memberi warna kaligrafi ini dengan sedikit cat semprot.

Ide membuat kaligrafi daun nangka ini, menurutnya, berasal saat ia melihat di tayangan internet tentang pembuatan karya seni dari daun yang dilakukan orang Spanyol. Namun karena kondisi daun di luar negeri berbeda dengan daun yang ada di Indonesia, Sumarno akhirnya mencoba-coba menggunakan berbagai macam daun yang ia pilih. Akhirnya terpilihlah daun nangka untuk dijadikan karya kaligrafi ini.

Selain membuat motif kaligrafi, Sumarno juga membuat berbagai motif lainnya seperti siluet, ukiran abstrak, ukiran ucapan ulang tahun, pernikahan dan berbagai motif lainnya tergantung pesanan. Karya-karya Sumarno yang sudah dijual ke berbagai kota besar di Indonsia, juga sudah tembus penjualannya ke Australia dan Thailand.

Untuk harga sangat variatif yaitu antara 60 ribu rupiah hingga 180 ribu rupiah tergantung ukuran dan motif. Untuk harga diluar negeri Sumarno menjual dengan harga antara 300 ribu rupiah hingga 400 ribu rupiah.

Kreatifitas Sumarno layak diapresiasi. Kerukunan, ketelitian yang berpadu dengan jiwa seni, melahirkan karya yang indah dan unik yang bernilai tinggi. Hanya dari daun nangka!  (BnC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.