Sawah tercemar limbah air TPA, petani merugi

Ditulis 13 Apr 2010 - 21:20 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
89
Dalam Tag

CILACAP – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) selain menimbulkan bau tak sedap di sekelilingnya, juga ternyata menimbulkan pencemaran pada lahan pertanian warga di sekitar TPAS. Seperti yang terjadi pada TPAS Kaliangin, Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, limbah air sampah yang mengalir melalui sebuah parit kecil, mencemari sawah milik petani di sekitarnya sehingga menimbulkan kerugian.

Pencemaran sudah terjadi sejak 1997, yaitu sejak dibangunnya parit kecil yang dialiri limbah air dari TPAS. Hal ini diungkapkan oleh Sawiyem, seorang petani penggarap sawah di daerah tersebut.

“Air yang berwarna kecokelatan dan hangat ini berasal dari TPAS, kalau sudah kemasukan limbah seperti ini bisa dipastikan tanaman padi akan ‘mungkrek’ atau tidak berkembang,” ujar Sawiyem, Selasa (13/04).

Padi yang dihasilkan dari sawah menurut Sawiyem sangat jelak, dan berasnya berwarna hitam. Hal ini membuat harga jual yang rendah, sehingga dihitung matematis ia mengalami kerugian. Ia pun berharap ada perhatian dari pihak pemerintah.

“Saat ini saya sedang mencoba menanam padi untuk kedua kalinya karena yang pertama gagal akibat padi membusuk. Panen lalu hanya dapat dua kwintal gabah atau seharga Rp. 600.000, hasil itu dibagi dua dengan pemilik sawah,” ujarnya. Padahal untuk menggarap satu petak sawah menghabiskan biaya Rp. 900 ribu.

Sawiyem menegaskan sawah di lokasi tersebut sudah ada jauh sebelum TPAS Kaliangin dibangun tahun 1984 lalu. Dia berharap parit posisinya ditinggikan sehingga air tidak meresap ke sawah.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Pertamanan (DCKKP) Paryanto mengatakan akan mengalihkan parit dan membuat tanggul sehingga sawah tidak tercemar. Sedangkan sawah yang berada di sisi timur menurutnya merupakan milik warga dan sebagian sudah dibeli DCKKP untuk memperluas lahan TPAS Kaliangin. (BNC/ist/gr)

Petani yang sawahnya tercemar limbah sampah

Petani yang sawahnya tercemar limbah sampah

Tentang Penulis

Leave A Response