Bupati Purbalingga Tasdi Kena OTT KPK

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Senin sore 4 Juni 2018, bertepatan hari ke-19 Ramadhan 1439 Hijriyah menjadi hari buruk bagi H Tasdi SH MM.  Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, itu sekitar pukul 17.00 wib setengah jam sebelum waktu buka puasa, terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tasdi diamankan KPK bersama  sejumlah orang lain yang ikut diamankan. Ia dibawa ke Polres Banyumas untuk kemudian dibawa ke Jakarta dengan kereta api.

“Iya bupati (diamankan) sekarang (Senin malam -red) dibawa ke Polres Banyumas,” demikian konfirmasi Kapolres Purbalingga, AKBP Nugroho Agus Setiawan, Senin (4/6/2018) malam.

KPK melakukan penyegelan di rumah dinas dan ruang kerja bupati, yang juga ketua DPC PDIP Kabupaten Purbalingga itu.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, tim KPK mengamankan 4 orang. Selain Tasdi ikut diamankan pejabat daerah dan pihak swasta. Diduga penangkapan itu terkait komitmen fee sejumlah proyek.

Mobil Avanza disegel KPK

Satu unit mobil Avanza bernomor polisi R 64 C disegel dengan garis KPK, Senin (4/6/2018). Mobil dinas itu diparkir di area yang juga satu kompleks dengan rumah dinas.

Kronologi OTT KPK atas Tasdi pada Senin (4/6/2018) sekitar pukul 17.00 Wib. Dia dibawa di ruang kerjanya, komplek Pendopo Dipokusumo, Purbalingga. KPK juga menangkap Kepala Bagiam Lelang Pengadaan, Hadi Iswanto dan ajudan bupati, Teguh Priyono.  KPK juga menangkap seorang kontraktor asal Jakarta, Nababan yang sedang berada di Purwokerto. Diduga penangkapan itu terkait proyek pembangunan Islamic Centre Purbalingga.

Kejar-kejaran Bak Film Action

Informasi yang dihimpun sebelum penangkapan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran layaknya adegan di film action antara penyidik KPK dengan Kepala ULP Hadi Iswanto.

Hadi yang menggunakan mobil dinas Avanza bernomor polisi R-64-C masuk dengan kecepatan cukup tinggi dari arah jalan raya alun-alun Purbalingga menuju komplek Pendopo Dipokusumo. Mobil itu dikejar dua mobil Avanza warna putih yang tidak diketahui nomor polisinya.

Mobil dinas Hadi Iswanto lalu menuju ke lapangan tenis di komplek pendopo. Mobil itu ditabrak oleh salah satu mobil KPK pada bagian sisi kanan tengah. Hadi Iswanto kemudian keluar dari mobil dan berlari menuju ruang kerjanya di lantai dua gedung Setda.

Sejumlah orang dari dua mobil KPK lalu keluar dan mengejarnya. Dan ternyata di komplek pendopo juga sudah terparkir mobil Avanza silver yang dinaiki oleh tim KPK. Mereka juga keluar dan mengejarnya. Akhirnya penyidik KPK berhasil menangkap Hadi Iswanto di salah satu ruangan. Dia lalu menyerahkan tas kresek berisi segepok uang kepada penyidik KPK.

Sejumlah penyidik KPK lain juga mendatangi ruang kerja Bupati Tasdi. Tasdi bersama ajudannya, Teguh Priyono, lalu dibawa ke Polres Banyumas untuk dimintai keterangan.

Dugaan sementara penangkapan itu terkait pembangunan tahap II Islamic Centre senilai Rp 22,5 miliar. Mega proyek itu dibangun secara multiyears dengan total anggaran Rp 77 miliar. Proyek tahap II ini dimenangkan oleh PT Sumber Banyak Kreasi dari Jakarta.

Tasdi resmi menjabat sebagai Bupati Purbalingga sejak 15 Februari 2016. Sebelum menjabat orang nomor satu di Purbalingga, Tasdi merupakan Ketua DPRD Purbalingga dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014.

Selain itu, Tasdi juga sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Purbalingga 2014-2015. Ia saat ini juga menduduki posisi Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga periode 2015-2020. Terkait jabatan di PDIP,  informasi terakhir ia langsung dipecat seketika.

Dalam kiprahnya sebagai Bupati Tasdi sering mengadakan kegiatan Subuh Berjamaah keliling ke pelosok Purbalingga. Ia juga dalam berbagai kesempatan sering menyampaikan tagline Puralingga ber-akhlakul karimah. Sayang dan ironis, dibalik semua itu, ternyata diduga pencitraan belaka. KPK akhirnya harus mencokoknya lewat OTT. (BNC/nan/ist)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.