85 Ribu siswa SD di Purbalingga rawan dipteri dan tetanus

Sedikitnya 85 ribu orang siswa sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga masih berpotensi rawan terkena penyakit dipteri dan tetanus. Pasalnya para siswa itu sejak tahun 2004 tidak mendapatkan imunisasi dipteri (DT) maupun tetanus (TT).
Data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purbalingga menunjukkan jumlah siswa yang tidak mendapatkan imunisasi DT tahun 2004 yaitu 326 orang siswa, tahun 2005 (173 siswa), tahun 2006 (817 orang), tahun 2007 (873 orang), tahun 2008 (18.428 orang siswa). Jumlah total anak yang tidak imunisasi DT atau menjadi sasaran bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2009 sebanyak 20.617 orang.
Sementara itu siswa yang tidak mendapatkan imunisasi TT tahun 2004 (696 orang), tahun 2005 (713), tahun 2006 (506), tahun 2007 (1.343 orang) dan tahun 2008 (41.450 orang siswa). Sasaran imunisasi TT pada BIAS 2009 sebanyak 44.708 orang. Banyaknya anak SD yang tidak mendapatkan imunisasi DT dan TT karena BIAS 2008 batal dilaksanakan karena kosongnya stok vaksin.
Para siswa yang hingga kini belum mendapatkan imunisasi lanjutan (booster) otomatis tergolong anak yang tidak mendapatkan perlindungan maksimal terhadap penyakit dipteri dan tetanus, ujar Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit DKK Purbalingga, Semedi SKM. MKes SH Jumat (24/07)
Semedi menambahkan, banyaknya siswa yang belum mendapatkan imunisasi itu disebabkan beberapa faktor. Antara lain data yang tidak valid, penolakan dari orangtua siswa, kondisi siswa pada saat pelaksanaan imunisasi (sakit, absen). Selain itu disebabkan pelaksanaan sweeping usai Pekan Imunisasi Nasional yang belum berjalan.
Selain DT dan TT sejumlah siswa juga rentan terhadap campak, yang mencapai 766 orang anak. Pasalnya saat pelaksanaan BIAS Campak 2008 lalu jumlah sasaran 18.473 orang anak, pada pelaksanaan cakupannya hanya 17.718 anak atau mencapai 95,91.
“Tahun ini, kami akan melakukan BIAS Campak mulai 27 Juli sampai akhir Agustus. Selanjutnya pada Oktober-Nopember akan dilakukan BIAS untuk DT dan TT. Kami akui untuk Purbalingga belum bisa mencapai target minimal nasional yaitu 98 persen,” kata Semedi. (banyumasews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.