Puisi Taddabur Ramadhan

TADABBUR ROMADLON

Karya Irfan Faridh

Separoh tambah satu
sudah dijalani
Separoh kurang satu
akan dihadapi

Selama enam belas hari
sudah berpuasakah kita ?
Jangan-jangan kita puasa ragawi
namun tanpa puasa jiwa

Sungguh malang kita ini
jika perut dan tenggorokan puasa
Namun syahwat tak terkendali
lidah tetap berkata kotor dan keji

Sungguh mengenaskan kita ini
berkoar-koar mengaku puasa
Namun tak juga mau berhenti
berprasangka buruk terhadap sesama

Sungguh alangkah rugi kita ini
enam belas hari berpuasa
Namun tetap saja enggan
bertaqorrub kepada Alloh Ta’aalaa

Ahh… sungguh sia-sia belaka
lapar haus di hari-hari puasa
Jika kita enggan membuang topeng
yang menutupi wajah-wajah kita

Apa artinya kita berpuasa
kalau tak juga mendidik kita
jadi insan yang berhati welas asih
terhadap sesama yang menderita

Mari kita puasa di bulan puasa
tetap puasa seusai berpuasa
Terhadap kemunafikan kita puasa
Terhadap keangkuhan kita puasa

Terhadap kebakhilan kita puasa
Terhadap kedengkian kita puasa
Semoga puasa mengarahkan kita
kepada akhlak yang mulia

I F, Bumiayu 1 Juni 2018

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*