Cermin Bening – Puisi Mubaligh

C E R M I N   B E N I N G

puisi Irfan Faridh

Mumpung masih ada waktu
Mari berkaca di depan cermin bening
Agar setiap kita tahu
Siapakah kita ini sesungguhnya

Bahwa kita yang selama ini
Nampak penting di depan mereka
Ternyata kita bukan siapa siapa
Ahh ternyata kita tak sepenting
Sebagaimana yang mereka kira

Selagi belum pungkas usia
Mari berkaca di depan cermin
Yang masih bersih dari noda
Agar nyata wajah kita sebenarnya

Bahwa kita yang mereka sangka
sebagai sosok bersih & berwibawa
Ternyata karena Alloh Ta’alaa
Menutup rapat aib & borok kita

Bahwa kita yang mereka percaya
Berjuang untuk urusan mereka
Ternyata sibuk bersaing & berlomba
Demi kepuasan nafsu belaka

Mari berkaca pada cermin hati
Yang selalu jujur apa adanya
Agar kita berhenti berpura pura
Dalam ucap & tingkah laku kita

Bahwa aneka warna bendera
Yang berkibar gagah di mana mana
Bukan untuk membela rakyat jelata
Yang hidup susah di negri tercinta

Aaah ternyata bendera bendara
Itu lambang Keingsunan belaka
Yang diperalat dari masa ke masa
Untuk saling berebut tahta & kuasa.

IF

Bumiayu,  Mei 2018

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*