HET pupuk naik, petani semakin terjepit

Ditulis 12 Apr 2010 - 18:41 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
58
Dalam Tag

CILACAP – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cilacap, Sudarno, mengatakan nasib petani akan semakin terjepit menyusul kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 35 persen, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 tahun 2010, yang diberlakukan mulai 9 April lalu.

Lebih lanjut dikatakan kebiasaan sebelumnya kenaikan harga pupuk akan diikuti pula kenaikan bahan penyerta produksi tanaman padi lainnya seperti obat-obat tanaman dan pestisida. “Jelas nasib petani tetap jauh dari sejahtera,” katanya.

Harga pupuk urea di Cilacap kini menjadi Rp 80.000 per kantong. Namun kenaikan HET pupuk tidak diikuti dengan kenaikan harga gabah da jauh jauh dibawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.300 per kg. Kini harga gabah petani berkisar Rp. 2.800 untuk gabah giling kering (GKG). (BNC/puh/gr)

Tentang Penulis

Leave A Response