Kraca, Kuliner Khas Ramadhan di Purwokerto

BanyumasNews.com, PURWOKERTO – Kraca atau keong selama ini dianggap sebagai hama tanaman. Namun di Purwokerto,  Kabupaten Banyumas,  Jawa Tengah, justru kraca atau keong ini diolah menjadi menu makanan favorit.
Terlebih di bulan puasa ini,  sayur kraca menjadi salah satu menu untuk berbuka puasa.
Kraca sendiri adalah sebutan untuk jenis keong yang lebih kecil.  Populasinya tidak sebanyak keong emas dan dagingnya lebih sedikit, menyebabkan orang menamainya kraca.
Salah satu penjual sayur kraca adalah Ruamiati,  warga Purwokerto Timur. Menurut Rusmiati,  cara pengolahan keong tergolong sederhana. Ia ‘membocorkan’ rahasia cara memasak kraca.
“Keong dipecahkan ujung cangkangnya untuk membuang kotoran. Lalu direndam semalam agar lendirnya bersih. Setelah itu baru direbus, ditiriskan,  kemudian direbus lagi dengan mencampurkan bumbu-bumbu”, kata Rusmiati kepada BanyumasNews.com Jumat (25/5/2018).
Rasa masakan kraca hampir mirip dengan masakan kerang. Dengan bumbu kuah yang pedas, kraca sangat disukai sebagai makanan yang disantap dengan ‘digadu’ usai berbuka puasa atau usai sholat taraweh.
Cara mengkonsumsinya dengan menghisap langsung dari cangkangnya atau dengan mengkorek dagingnya dengan tusuk gigi. Cara ini menambah sensasi dalam melahap kraca yang puluhan tahun menjadi kuliner khas Ramadhan di Purwokerto.
Pada bulan Ramadhan,  produksi masakan keong yang juga berkhasiat untuk kesehatan ini meningkat. Kalau hari biasa Rusmiati memasak hanya 10 kg kraca, di bulan Ramadhan ini bisa mencapai 75 kg.
Harga kraca relatif terjangkau. Yakni Rp 60 ribu per kilogram.
Pernah makan sayur kraca?  Cobalah ke Purwokerto. (BNC/nan)
Foto: ilustrasi kraca (ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*