Museum Wayang Banyumas Sepi Pengunjung, Kenapa?

Museum Wayang Banyumas, harga tiket masuk cuma Rp. 1000. Sangat murah! Tetapi sepi pengunjung. Kenapa? 

BanyumasNews.com, BANYUMAS -Harga tiket paling murah untuk memasuki objek wisata, boleh jadi hanya di Museum Wayang Sendangmas Banyumas. Tiketnya hanya seribu rupiah, baik untuk anak maupun dewasa, ya cuma seribu rupiah.

Meski harga tiket masuk sudah sangat murah, kunjungan di tempat wisata edukasi ini terlihat sepi. Yang lebih ironis masih ada saja pengunjung yang meminta keringanan tiket masuk, bahkan ada juga yang minta gratis.

Museum Wayang Sendangmas menjadi situs budaya yang penting di tlatah Banyumas. Namun sayang kondisi Museum yang berada di komplek Kecamatan Banyumas (kota lama) tersebut masih sepi pengunjung.

Padahal seharusnya museum yang berisi wayang dari berbagai jenis, juga ada pakeliran yang dilengkapi dengan gamelan, itu bisa menjadi wisata edukasi untuk anak anak sekolah.

Staf Pengelola Museum Wayang Banyumas Sukrisman mengungkapkan, pihaknya sering menerima surat dari penyelenggara pendidikan maupu panitia tertentu dimana pada akhir paragraf surat tersebut minta keringanan tiket bahkan ada yang minta digratiskan.

Permohonan keringanan biaya tiket dari pengunjung bukan hanya satu dua kali terjadi. Padahal, harga tiket sudah di bawah standar.

“Bandingkan saja dengan objek wisata lain yang ada di Kabupaten Banyumas. Pengunjung disini, juga tidak dikenakan tarif parkir kendaraan, saat menggunakan fasilitas toilet juga tidak dipungut biaya,” katanya.

Sukrisman memperkirakan pengunjung yang minta keringanan tiket tidak tahu berapa harga tiket, mengingat ketika berwisata ke tempat lain tiketnya sampai puluhan ribu. “Dikira harga tiket di musium ini sama (mahal)”, tambahnya.

Murahnya harga tiket bukan jaminan membludaknya pengunjung. Terbukti setiap tahun, jumlah pengunjung tidak mencapai sepuluh ribu orang. Pengunjung Museum Wayang Banyumas pada 2017 hanya enam ribu orang lebih.

Sukrisman merinci pengunjung terbanyak berupa pelajar sekitar 70 persen karena di dalam kurikulum terdapat muatan lokal. Kemudian antara 10 persen sampai 15 persen pengunjung tour.

“Sepuluh persen sisanya adalah pengunjung kesasar. Banyak yang belum tahu ada Museum Wayang Banyumas. Misalnya, orang membuat SIM keliling di Pendopo Kecamatan Banyumas. Dari pada lama antri, mereka masuk ke museum dan berkomentar ternyata ada museum wayang di Banyumas. Padahal orang Banyumas tapi belum banyak yang tahu,” tambah Sukrisman. (BNC/Parsito)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*