Wayang: Bima Kuat Karena Hormati Guru

BanyumasNews.com, Pendeta Drona dikenal sebagai guru para Pandawa dan Kurawa. Namun akhirnya menjadi musuh Pandawa dan berpihak pada Kurawa pada perang Mahabharata.

Bima, anak kedua dari barisan Pandawa, seringkali dinasehati oleh para begawan (guru) lain agar menjauhi Drona karena bibit permusuhan dari Drona telah nampak.

Tak bergeming, Bima justru makin patuh kepada Drona dan hal itu membuat Bima semakin sakti, hingga menjadi penentu kemenangan Pandawa pada peperangan yang dihelat di Kurusetra itu.

Bima mampu memilah antara kepatuhan kepada guru dengan sikap permusuhan, yang membuat dirinya menjadi ksatria yang sulit tertandingi.

Cerita “Bimo Suci/ Bima Ngaji” di atas mampu dimainkan secara apik oleh Ki Dalang Sigit Aryanto pada pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat malam (4/5/2018) di kediaman Plt. Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, di Purbalingga.

Pagelaran wayang kulit tersebut berhasil menyisipkan pesan moral agar selalu menghormati guru untuk mencapai kemuliaan. Semua yang hadir tersihir oleh kepiawaian sang dalang asal Kabupaten Rembang itu.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan, Kabupaten Purbalingga telah maju pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Heru menambahkan, kemajuan Purbalingga tak lepas dari kerja keras semua pihak khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang bekerja tanpa mengenal lelah. Menurutnya, kemajuan Jawa Tengah juga harus diupayakan atas kontribusi seluruh pemerintah Kabupaten/ Kota.

“Kontribusi dari pemerintah Kabupaten/ Kota sangat dirasakan oleh pemerintah Provinsi. Sengkuyung bahu membahu dari pemerintah Kabupaten/ kota sangat membantu kami,” katanya. (BNC/PI-8)

Ket foto: Pagelaran wayang kulit dalam rangka Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Tengah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*