Dua Anak Meninggal Tenggelam di Sungai Serayu

BanyumasNews.com, SOMAGEDE – Duka mendalam dialami warga Desa Somakaton,  Kacamatan Somagede,  Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.  Dua anak harus meregang nyawa meninggalkan orang tua yang menyayangi mereka. Dua anak meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Serayu.

Pencarian anak tenggelam di Sungai Serayu, Desa Somakaton, Kecamatan Somagede, Banyumas, pada Sabtu-Minggu (28-29/4/2018), melibatkan Pramuli bersama Tim SAR lainya. Operasi dilakukan setelah mendapat laporan adanya anak tenggelam di Desa Somakaton Somagede.

Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas H Ady Candra yang juga Komandan Tagana Kabupaten Banyumas mengatakan, ada 2 korban anak tenggelam masing-masing Redo (10 tahun) dan Sultan (7 tahun). Kedua anak ini mandi di sungai tanpa pengawasan orang tua.

“Menurut keterangan yang kami peroleh Redo dan Sultan mandi di sungai Serayu Sabtu (28/4) sekitar jam pukul 15.00 WIB. Kejadian bermula pada saat pemancing menemukan ada jenazah mengambang di sungai. Kemudian dilakukan upaya lain bahwa di sekitar lokasi ditemukan ada baju, celana dan sandal 2 pasang,” katanya.

Kemudian pemancing meminta warga untuk mengumumkan apabila ada anak yang hilang.

“Ternyata benar bahwa Redo dan Sultan tidak di rumah sejak siang hari. Dan dimungkinkan tenggelam karena bermain dan mandi di sungai,” katanya.

Tim SAR mengevakuasi korban pertama atas nama Sultan (7 th) alamat RT 04 RW 04 Somakaton,  telah ditemukan meninggal Sabtu (28/4) pukul 17.00 WIB.

“Kemudian Tim SAR mencari korban kedua atas nama Redo (10 th) alamat RT 06 RW 04, dan baru ditemukan keesokan hari Minggu (29/4) pukul 08.40 WIB, 100 meter dari lokasi kejadian,” katanya.

Selanjutnya jenazah Redo diserahkan kepada pihak keluarga melalui Kepala Dusun.

Tim yang terlibat dalam operasi antara lain BPBD Kabupaten Banyumas, BASARNAS Pos Sar Cilacap, Tagana Kab. Banyumas, Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, Cilacap Reacue, dan Warga Masyarakat Desa Somakaton. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*