Ini Hukuman Bagi Pengganggu Perjalanan Kereta Api

Tim KAI Daop 5 melakukan Pembinaan dan Sosialisasi tentang keselamatan perjalanan KA. 

BanyumasNews.com, TEGAL – Gangguan keselamatan perjalanan kereta api (KA) masih terjadi di Daop 5 Purwokerto. Misalnya temperan pengguna jalan raya dengan KA khususnya di perlintasan sebidang, yang mengakibatkan beberapa korban jiwa dan kerugian material yang nilainya hingga miliaran rupiah.

Kejadian itu mendorong Daop 5 mengadakan pembinaan dan sosialisasi pada Senin (30/4/2018), yang dilakukan oleh tim manajemen Daop 5 Purwokerto, yang terdiri dari Manager Pengamanan Objek Vital & Aset, Manager Humas, Kepala Regu (KARU) Wilayah 3A, Kepala Peleton (KATON), dan Kepala Regu (KARU) 1A.

Tim melakukan pembinaan dan sosialisasi di SMP Negeri 2 Margasari, Kabupaten Tegal, yang dihadiri sebanyak 525 siswa, serta di SD Negeri 3 Pakulaut, Kecamatan Margasari, dihadiri 250 siswa.

Manager pengamanan objek vital Moh. Safriadi menyampaikan, pembinaan dan sosialisasi harus selalu dilakukan guna memberikan pembelajaran dan pemahaman terkait UU No 23 Th 2007 tentang Perkeretaapian khususnya terkait keselamatan perjalanan KA, agar gangguan-gangguan keselamatan perjalanan KA bisa diminimilaisir sampai dengan tidak ada lagi gangguan.

“Sehingga semua KA berjalan selamat dan kenyamanan pelanggan bisa terlayani dengan baik,” terang Safriadi.

Sementara itu Ixfan Hendriwintoko Manager Humas Daop 5, dalam kesempatan yang sama menjelaskan beberapa kejadian untuk semester 1 Th 2018 yaitu wilayah Slawi – Banjaran terjadi 1 kali, Prupuk – Balapulang 1 kali, Patuguran – Bumiayu 1 kali, pelemparan 1 kali, selanjutnya Purwokerto – Karangsari juga 1 kali.

Jadi total untuk semester 1 2018 sebanyak 4 kali untuk lintas Purwokerto sampai dengan Prupuk/Slawi. Umumnya pelemparan yang mengakibatkan kerusakan pada material kereta.

“Meski tidak ada korban, sesuai pasal 199 UU 23 Th 2007 bahwa setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api, yang dapat mengganggu perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (1)13, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah)”, jelas Ixfan.

Di tempat yang sama Muhajirin selaku kepala sekolah SMP Negeri 2 Margasari, mengucapkan terima kasih kepada PT. KAI Daop 5 atas kegiatan Binsos yang dilakukan. (BNC/nan)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.