Diduga korban penculikan, siswi SD ‘hilang’ selama dua hari

Ditulis 08 Apr 2010 - 19:31 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
137
Dalam Tag

CILACAP – Hati-hati dengan orang yang berlagak baik dan ramah dengan anak Anda, apalagi kalau orang itu belum Anda kenal sebelumnya. Siapa tahu ‘ada udang di balik batu’ atas kebaikan orang itu. Bukan su’udzon, tapi waspada.

Seperti perilaku seorang pemuda yang baru dikenal oleh PAR, seorang siswi kelas 6 (enam) sebuah SD Negeri di Cilacap, Jawa Tengah, yang kemudian diduga menculiknya. PAR diduga menjadi korban penculikan anak.

PAR menurut penuturan neneknya, Sumarni Suryanto (60), saat ditemui di kediamannya, Jalan Muray RT 4 RW 4, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kamis (8/04) mengatakan cucunya tidak kelihatan batang hidungnya sejak hari Selasa (6/04) pagi. Ia tidak tahu persis awal mula kejadiannya, karena saat kejadian ia sedang berada di Banjarnegara.

“Menantu saya Ernawan hanya mengatakan saat hendak melaksanakan shalat subuh mendapati putrinya sudah tidak berada di kamarnya,” terang Sumarni.

Berbarengan dengan ‘hilangnya’ PAR, satu sepeda motor beserta STNK-nya raib. Yang mengherankan, lanjut Sumarni, saat ini PAR sudah ditemukan dan berada di rumah familynya di Cikarang, Tengerang, Banten, yaitu di rumah Pribadi Suseno, yang berstatus ‘pakde’ PAR.

Ibu dari PAR,  Trias Handayani bersama suaminya kini sedang menjemput ke Cikarang, namun pelaku tidak berhasil ditemukan. Menurut kabar yang diterima Sumarni terakhir PAR beserta motornya oleh pelaku ditinggal begitu saja di Cikarang.

Di sekolah PAR menurut wali kelasnya, Supriyatin SPd, tergolong anak yang pendiam dan jarang bergaul. Menurut neneknya PAR lebih suka bermain handphone atau sms-an..

Pihak sekolah akan berusaha mengembalikan kejiwaan siswi yang tergolong cerdas itu, demikian Supriyatin.

“Saya berpesan kepada temen sekelasnya untuk tidak menyinggung perasaan PAW sehingga kondisi kejiwaannya stabil dan tidak gundah. Terlebih sebentar lagi dia akan mengikuti ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN),” kata Supriyatin. (BNC/ist/gr)

Tentang Penulis

Leave A Response