Dua menteri keberatan eksplorasi batu kapur Nusakambangan

Ditulis 07 Apr 2010 - 22:54 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
81
Dalam Tag

CILACAP – Dua menteri dari kementrian yang secara kebetulan dijabat oleh politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yaitu Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar dan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan menyatakan keberatan dengan eksplorasi batu kapur Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang dilakukan oleh PT Holcim Indonesia.

Disebutkan penambangan tailing atau batu kapur untuk bahan baku semen yang disupply ke pabrik Holcim di Cilacap telah merusak lingkungan di kawasan hutan konservasi pulau yang juga menjadi lokasi LP kelas kakap itu.

Dalam kesempatan mengunjungi LP Pasir Putih yang dikenal sebagai  LP Super Maximum Security (SMS) Rabu (07/04) Patrialis menambahkan, kontribusi yang diberikan PT Holcim tidak sebanding dengan kerusakan di kawasan hutan Nusakambangan.

Dia membandingkan kondisi banyaknya rumah pegawai LP yang sudah rusak parah dan tidak tidak seimbang dengan kepentingan bisnis yang dilakukan PT Holcim. ”Kontribusinya terhadap kondisi LP di Nusakambangan sama sekali tidak seimbang dengan hasil dari bisnis semen,” tegasnya.

Menhukham karenanya akan melakukan peninjaun kembali kontrak penambangan batu kapur di Pulau Nusakambangan. Keberatan kegiatan pertambangan batu kapur juga disampaikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Menurutnya Pulau Nusakambangan merupakan hutan konservasi sehingga tidak boleh ada usaha penambangan.

Apa yang telah dilihatnya secara langsung mendorong upaya mendesak berupa langkah konkrit penyelamatan Nusakambangan. Pernyataan dua menteri ini berbeda dengan tanggapan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Sunarno, MM saat merespon  kekhawatiran masyarakat dan LSM atas penambangan batu kapur di Nusakambangan. Sebagaimana dilansir BanyumasNews.com (31/03), ia menganggap kehawatiran masyarakat maupun LSM terlalu berlebihan. Ia mengatakan tidak ada bukti yang membahayakan karena luas area yang digali relatif masih kecil. (BNC/ist/gr)

Lahan Eksplorasi dilihat dari udara (foto:Dishubkominfo)

Lahan Eksplorasi dilihat dari udara (foto:Dishubkominfo)

Tentang Penulis

Leave A Response