Klembak Menyan Tinggal Kenangan

 

Apakah Klembak Menyan? Bagi yang di tahun 1970-an sudah akil baliq, barangkali tahu Klembak Menyan. Sekedar tahu walau tak pernah dan tak mau mencoba.

Klembak Menyan adalah rokok atau sering disebut rokok siong, rokok yang terbuat dari daun tembakau, akar klembak dan menyan yang dilinting (digulung) dengan kertas papier.

Rokok Klembak Menyan populer di kalangan petani dan buruh di sekitar pesisir selatan Jawa Tengah.

Harganya murah dan terjangkau untuk kalangan bawah. Ia identik sebagai rokoknya orang tua.

Bagi kalangan muda generasi saat itu, tak suka dengan rokok klembak menyan karena bau klembak dan menyannya sangat menyengat. Dari sudut pandang kesehatan, rokok dianggap merusak kesehatan apalagi rokok jenis klembak menyan.

Tak hanya itu, rokok klembak menyan lebih banyak digunakan sebagai rokok sesaji, untuk selamatan semisal sedekah bumi maupun sedekah laut.

Oleh karena itu, saat ini kondisi penjualan rokok jenis ini sudah stagnan dan bisa jadi sudah hilang dari peredaran.

Industri rokok klembak menyan muncul pertama kali pada tahun 1925 di kota Gombong, yang pada waktu itu berada dalam wilayah Kabupaten Karanganyar (sekarang Kabupaten Kebumen -red).

Sejak tahun 1950-an industri rokok ini makin besar. Di kota Gombong muncul produksi dengan merek SINTREN, BANGJO dan TOGOG.
Kemudian muncul rokok serupa seperti merek SILUMAN, DJOLALI dan masih banyak lagi.

Demikian sekilas kisah rokok klembak menyan yang pernah subur sebagai industri di wilayah Gombong,  juga Klampok,  di tlatah Banyumas Raya. (Iman Nurtjahjo)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.